Rabu, 14 Januari 2015

                Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Dalam penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang terlibat yaitu:
1.      Komunikator   : Orang / kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan.
2.      Komunikan     : Orang atau kelompok orang yang menerima pesan.
            Dalam berkomunikasi keberhasilan komunikator atau komunikan sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu : cakap, pengetahuan, sikap, sistem sosial, kondisi lahiriah. Menurut Lasswell, Effendy (1994:11-19) membedakan proses komunikasi menjadi dua tahap, yaitu :
1.      Proses komunikasi secara primer
            Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal (kial/gesture, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.
            Komunikasi berlangsung apabila terjadi kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh komunikan. Dengan kata lain, komunikasi adalah proses membuat pesan yang setara bagi komunikator dan komunikan. Prosesnya sebagai berikut, pertama-tama komunikator menyandi (encode) pesan yang akan disampaikan disampaikan kepada komunikan. Ini berarti komunikator memformulasikan pikiran dan atau perasaannya ke dalam lambang (bahasa) yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan. Kemudian giliran komunikan untuk menterjemahkan (decode) pesan dari komunikator. Ini berarti ia menafsirkan lambang yang mengandung pikiran dan atau perasaan komunikator tadi dalam konteks pengertian. Yang penting dalam proses penyandian (coding) adalah komunikator dapat menyandi dan komunikan dapat menerjemahkan sandi tersebut (terdapat kesamaan makna).
2.      Proses komunikasi secara sekunder
            Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.
            Seorang komunikator menggunakan media ke dua dalam menyampaikan komunikasike karena komunikan sebagai sasaran berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dsb adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. Proses komunikasi secara sekunder itu menggunakan media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar, televisi, radio, dsb.) dan media nirmassa (telepon, surat, megapon, dsb.).
Dari penjabaran di atas, komunikasi berperan penting bagi kehidupan manusia, karena manusia itu sendiri dikenal sebagai makhluk sosial. Setiap saat pasti manusia di dunia ini melakukan komunikasi, baik itu komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal.

Kamis, 06 Maret 2014

Resep Sayur Bersantan


1. Tahu Tempe Kuah Santan
Tahu Tempe Kuah Santan
Bahan-bahan:
  • 1 papan tempe, potong sesuai selera
  • 4 buah tahu, potong menjadi 2 bagian
  • 65 ml santan kental
  • 3 siung bawang putih
  • 4 siung bawang merah
  • 2 butir kemiri
  • 1/2 sdt ketumbar
  • garam dan gula secukupnya
Cara membuat:
Download Button
  • goreng tahu dan tempe hingga setengah matang (optional: bisa tanpa digoreng terlebih dahulu)
  • haluskan semua bumbu
  • panaskan sedikit minyak, masukkan bumbu, tumis hingga harum
  • masukkan tahu dan tempe, aduk hingga merata
  • masukkan santan, tambahkan air agar tidak terlalu kental
  • tambahkan garam dan gula secukupkan
  • tunggu hingga santan meresap dan kuah asat (berkurang)

Minggu, 01 September 2013

Sifat Sifat Gelombang


Pemantulan Gelombang (Refleksi Gelombang)

Pemantulan gelombang (Refleksi) terjadi pada saat sebuah gelombang yang merambat dalam suatu media sampai di bidang batas medium tersebut dengan media lainnya. Contohnya, gelombang cahaya yang merambat di dalam udara akan dipantulkan oleh bidang batas antara udara dan air atau oleh bidang batas udara dan cermin/kaca. Selama gelombang cahaya itu merambat dalam suatu medium, gelombang itu tidak akan mengalami peristiwa pemantulan. Jadi, selama cahaya merambat di dalam air tidak akan mengalami pemantulan sampai gelombang itu sampai pada batas pemisah antara air dengan medium lainnya, seperti udara.

Senin, 27 Mei 2013

Pencemaran Air

BAB 1 
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pencemaran air merupakan masalah global utama yang membutuhkan evaluasi dan revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat (dari tingkat internasional hingga sumber air pribadi dan sumur). Telah dikatakan bahwa pousi air adalah penyebab terkemuka di dunia untuk kematian dan penyakit, dan tercatat atas kematian lebih dari 14.000 orang setiap harinya. Diperkirakan 700 juta orang India tidak memiliki akses ke toilet, dan 1.000 anak-anak India meninggal karena penyakit diare setiap hari. Sekitar 90% dari kota-kota Cina menderita polusi air hingga tingkatan tertentu, dan hampir 500 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman. Ditambah lagi selain polusi air merupakan masalah akut di negara berkembang, negara-negara industri/maju masih berjuang dengan masalah polusi juga. Dalam laporan nasional yang paling baru pada kualitas air di Amerika Serikat, 45 persen dari mil sungai dinilai, 47 persen dari danau hektar dinilai, dan 32 persen dari teluk dinilai dan muara mil persegi diklasifikasikan sebagai tercemar.

Pencemaran Air Versi 2

KATA PENGANTAR 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan hidayah-Nya, karya tulis ini dapat terselesaikan dengan baik.

Dalam menyelesaikan karya tulis ini, penulis banyak menerima bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis sangat berterima kasih.

Kepada yang terhormat :

1. Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Teluk Kuantan Bapak H. Marlis, S.Pd

2. Guru mata pelajaran IPA kelas XI, Ibu Dra. Nellytawarma, MM

3. Orang tua yang saya hormati dan sangat saya sayangi

4. Sahabat-sahabatku yang seperjuangan

Penulis menyadari bahwa karya tulis ini belumlah sempurna maka, dengan kerendahan hati penulis mohon saran, pendapat dan bimbingan kepada pembaca semua untuk perbaikannya.



Download Button